- Home »
- Praktek Blog , TIK kelas 9 : Tugas »
- Tips-Tips Mudah Desain Blog
Unknown
On Jumat, 01 Februari 2013
Setiap blogger sudah tentu menginginkan blognya tampil dengan desain seunik mungkin. Desain blog yang unik selain mudah diingat, juga akan memberi kesan bahwa si empunya blog serius dalam melakukan aktivitas blogging-nya.
Namun, desain blog bukanlah untuk mempercantik blog itu semata-mata.
Lebih dari itu, ia digunakan pula untuk mempertegas elemen-elemen yang
dianggap penting sehingga pengunjung dapat lebih mudah berinteraksi
dengan blog kita.
Kelima tips desain—yang mungkin beberapa di antaranya sudah familiar di
telinga Anda—ini saya ambil dari 5 situs berbeda. Semua tips yang
disajikan cukup mudah untuk diterapkan, bahkan oleh mereka yang baru
mengenal desain blog.
Tips #1: Logo dan atau Judul Blog yang Bisa Diklik
Logo sangat umum disimpan di bagian kiri-atas blog. Tepat di samping kanan logo, biasanya terdapat judul blog. Logo atau judul blog haruslah berupa tautan (yang bisa diklik), sebagai jalan pintas yang mengarah ke halaman utama blog, selain menu 'Home' seperti yang Anda lihat di blog ini.Semua mesin blog, seperti Google Blogger, akan dengan sendirinya menautkan judul blog ini ke halaman depan. Jadi Anda tidak perlu khawatir atau repot-repot memermak templat.
Jika Anda menambahkan logo, maka gambar logo yang menggunakan tag HTML
<img /> ini sebaiknya disimpan di antara tag <a> dan </a>.Tips #2: Memilih Jenis Huruf yang Mudah Dibaca
Blog umumnya dibuat untuk konsumsi publik. Memilih jenis huruf yang mudah dibaca akan menyenangkan para pengunjung. Mereka akan fokus pada isi, pesan, serta maksud yang Anda tulis, tanpa terbebani dengan berusaha membedakan antara huruf, misalnya, "J" dengan "I" atau angka "9" dengan "4".Dalam hal ini kita bisa menggunakan jenis-jenis huruf dalam kelompok web safe font, yakni jenis-jenis huruf bawaan yang umumnya sudah terinstalasi pada berbagai sistem operasi.
Beberapa jenis huruf ini adalah: Arial, Verdana, dan Georgia. Dua jenis huruf pertama termasuk pada kelompok San-Serif. Adapun yang disebut terakhir digolongkan pada kelompok Serif.
Di kalangan desiner web terjadi perbedaan pendapat mengenai kedua kelompok jenis huruf ini, manakah di antara keduanya yang lebih baik digunakan?
Sebagian lain berpendapat untuk menggunakan kedua kelompok huruf ini secara bersamaan, dengan catatan San-Serif untuk bagian judul dan Serif untuk bagian isi.
Saya pribadi lebih suka menggunakan kelompok San-Serif, khususnya Arial dan Verdana, baik untuk judul maupun isi karena lebih mudah dibaca pada layar serta relatif memiliki tampilan yang sama ketika dilihat menggunakan sistem operasi dan browser yang berbeda-beda.
Tips #3: Memberi Tampilan Berbeda untuk Tautan
Sebuah tautan berupa teks atau hyperlink sudah seharusnya diberi tampilan yang berbeda, sehingga para pembaca dapat dengan mudah membedakan mana teks biasa dan mana teks yang ditautkan pada bagian atau dokumen lain.Kita bisa membedakan tampilan sebuah tautan dengan memberinya warna berbeda atau garis bawah. Pemberian warna berbeda dan garis bawah inilah yang paling umum dan direkomendasikan oleh banyak desainer.
Tips #4: Menambahkan Foto Profil
Sementara blogger, dengan maksud menjaga privasi, lebih senang menggunakan avatar seperti gambar vektor, gambar-gambar lain selain foto dirinya, bahkan tidak melampirkan foto/gambar sema sekali pada halaman profil atau About.Memang tidak ada aturan yang mewajibkan kita menampilkan foto sendiri di blog. Namun, para pengunjung cenderung lebih menyukai membaca artikel yang mereka ketahui penulisnya, paling tidak melalui sebuah foto berukuran 60 pixel X 60 pixel.
Dengan menampilkan foto, Anda memberi kesan bahwa Anda bertanggung jawab penuh atas semua artikel yang Anda tulis di blog, sekaligus serius dalam melakukan kegiatan blogging.
Yakinlah, orang tidak akan menghina Anda karena Anda tidak memiliki wajah setampan Brad Pitt atau secantik Jennifer Aniston. Mesin pencari pun tidak akan menghukum blog Anda gara-gara mengenakan kaca mata hitam saat berpose. Sedikit narsis tidak akan jadi masalah.
Tips #5: Iklan yang Tidak Mengganggu
Saat ini, dengan mudah akan kita temukan blogger-blogger yang menayangkan iklan seperti dari Google Adsense, Amazon, atau Bidvertiser di blognya.Menayangkan iklan di blog memang merupakan salah satu cara paling digemari dan populer untuk mendapatkan penghasilan secara online.
Blogger-blogger setingkat Darren Rowse dan Seth Godin sekalipun memonetisasi blognya dengan menayangkan iklan dengan cara mereka masing-masing.
Saya sendiri berniat memonetisasi blog ini di masa mendatang. Untuk saat ini, saya lebih suka menulis posting sesering yang saya mampu, dan membiarkan blog ini minus iklan (untuk sementara). Hal ini saya lakukan mengingat trafik blog yang masih pas-pasan dan kurang signifikan untuk dijadikan sumber penghasilan. Hehe...
Monetisasi blog tentu tidak salah. Namun, iklan akan kurang bermakna jika dilakukan secara berlebihan. Alih-alih menghasilkan, calon pengunjung malah mengurungkan niat menelusuri lebih jauh blog kita. Yang tejadi adalah kontra-produktif. Dalam pandangan mereka, blog kita sangat mungkin terkesan "menyeramkan" dengan aneka pop-up, pop-under, atau baner-baner iklan yang bertebaran.
Jika Anda pengguna Google Blogger seperti saya, Anda dapat memonetisasi blog dengan membuat akun Google Adsense. Tetapi Google merekomendasikan kita untuk menyimpan iklan layanan mereka di luar konten atau posting blog, seperti pada bagian sidebar. Dengan demikian, para pembaca tidak akan merasa terganggu dengan adanya iklan-iklan tersebut.
Demikian lima tips mudah dalam desain blog ini. Anda dapat menambahkan tips-tips lain dengan membagikannya pada formulir komentar di bawah.
Terima kasih!
